Kamis, 11 November 2010

Tepat Menangani DBD

Jum'at, 12 November 2010 - 10:08 wib Okezone
Detail Berita

DEMAM berdarah dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan yang cukup pelik di Indonesia. Angka kejadian tetap meningkat dan saat ini relatif kematian, khususnya di RSCM cenderung naik. Ya, setiap tahun angka DBD selalu mengalami fluktuasi.

Biasanya, kasus akan meningkat tajam pada Januari dan Februari. Hal ini disebabkan pada bulanbulan sebelumnya, yakni November dan Desember merupakan musim hujan. Kondisi ini menyebabkan terjadinya perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti yang merupakan pembawa virus DBD. Sejalan dengan meningkatnya kasus, ternyata angka kejadian pada dewasa muda juga berpotensi meningkat.

Pada awalnya, proporsi anak usia 4–14 tahun memegang angka terbesar, hal ini berjalan sejak 1983 sampai 2002. Namun, pada 2003 penderita DBD didominasi oleh usia 15 tahun ke atas. Malah kasus DBD pada orang dewasa lebih banyak di Indonesia. Fakta ini menunjukkan bahwa proporsi pasien ini memerlukan penangan lebih khusus. Di antaranya dengan keharusan dokter internis untuk turun tangan menangani permasalahan DBD.

“Di samping itu, banyaknya angka pasien yang mengalami renjatan masih tetap tinggi dan memerlukan perhatian,” tutur dr Alan Roland Tumbelaka SpA (K) dari Divisi Infeksi dan Penyakit Tropis Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM.

Sebenarnya, kata Alan, demam adalah masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak. Demam sebenarnya bukan merupakan penyakit melainkan gejala. Demam memegang peranan kunci dalam membantu perlawanan tubuh mengatasi infeksi virus atau bakteri.

“Dan pola demam ini dengan gejala klinis yang menyertainya sangat penting diketahui,” sebut Alan.

Demam sendiri sebetulnya tidak berbahaya, kecuali apabila suhu mencapai 39–40 derajat Celsius. Namun masih banyak terjadi kesalahan dalam menangani demam, terutama demam pada infeksi virus dengue pada anak. Sebut saja panik karena demam yang tinggi sehingga suhu anak tidak diukur dengan benar. Atau mengompres dengan cara yang salah dan dalam banyak kasus ditemukan bahwa kurang dikenal antipiretik yang baik dan tepat.

Sebagai orangtua yang baik, sebaiknya mengenali gejala DBD pada anak. Di antaranya anak mengalami penurunan nafsu makan dan adanya keluhan demam tinggi lebih dari dua hari serta mengetahui riwayat penularan DBD oleh nyamuk aedes aegypti.
“Penularan penyakit ini radiusnya sekitar 200–400 meter. Jadi kalau di tempat kita ada yang terkena DBD hati-hati karena penularan penyakitnya yang dibawa nyamuk jangkauannya sampai 400 meter,” kata Ketua Pengurus Pusat IBI DR Harni Koesno MKM.

Memasuki hari ke-2 dan ke-3, pasien akan mengalami demam tinggi, sedangkan hari ke-4 sampai ke-6 demam akan turun. Demam naik lagi pada hari ke-7 dan 8. Fase  demam yang naik dan turun inilah yang disebut demam pelana kuda. Pada fase ini boleh dikatakan pasien dalam keadaan gawat, menderita dehidrasi, dan trombosit pun turun. Dalam keadaan ini, penderita harus diberi banyak minum agar tidak dehidrasi.

Saat suhu turun, penderita harus melakukan periksa darah untuk memastikan apakah benar terkena DBD. DBD sendiri dapat dideteksi pada hari ketiga. Pada saat anak menderita demam, orangtua dapat memberikan pertolongan dengan pemberian obat penurun panas dengan dosis yang disesuaikan berat badan dan usia anak dan merujuk ke rumah sakit.

“Dengan begitu, dapat mengurangi kematian akibat DBD,” kata Harni.

Masalahnya, kata Hartini, ibu sering kali tidak dapat membedakan demam biasa dengan demam berdarah. Dan demam berdarah hanya dapat diketahui dengan pemeriksaan tes laboratorium dengan indikasi turunnya leukosit, dan atau naiknya hematokrit dan turunnya trombosit. Di samping itu, ada kecenderungan ibu-ibu memeriksakan anak sendiri ke laboratorium. Dengan indikasi dan pemilihan materi pemeriksaan yang salah. Misalnya hanya trombosit atau NS1.

Perlu diketahui virus dengue ada empat macam yang ditularkan lewat nyamuk aedes aegypti, meskipun tidak tertutup kemungkinan penularan dilakukan lewat nyamuk lain. DBD adalah salah satu dari virus Dengue tersebut. DBD ada dua macam, yakni tanpa renjatan dan dengan renjatan. Yang dimaksud DBD dengan renjatan adalah adanya kebocoran plasma, hal ini dapat menyebabkan kefatalan.

Sementara pada demam dengue 1 (DD 1), gejalanya adalah nyeri kepala, letih, suhu tinggi, nyeri otot dan sendi, serta munculnya ruam pada kulit. Penderita DD 1 selama tiga hari mengalami suhu tinggi yang tidak turun-turun.


Penyakit Demam Berdarah merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan meningkatnya angka kematian di Indonesia. Oleh karena itu , ada baiknya kita mengetahui gejala-gejala dari Demam berdarah sehingga dapat ditangani dengan tepat dan benar.

Senin, 01 November 2010

Android Tempati Posisi 2 di Pasar Smartphone

Selasa, 2 November 2010 - 08:11 wib
  
Sarie - Okezone
HELSINKI - Sistem operasi besutan Google, Android, akhirnya menduduki posisi dua di pasar ponsel pintar dunia pada kuartal ketiga ini.

Dalam daftar perusahaan riset Canalys, seperti dikutip melalui Reuters, Selasa (2/11/2010), Nokia masih menduduki posisi pertama dengan pangsa pasar 37 persen. Sedangkan Android berada tepat di bawah Nokia dengan 17 persen marketshare. Angka tersebut telah melampaui pangsa pasar platform smartphone milik RIM, Apple dan Microsoft

Popularitas ponsel Android cukup terbantu dengan minat beberapa perusahaan besar yang memproduksi ponsel pintar berplatform Android, sebut saja Motorola, HTC, dan Samsung Electronics. Hal ini sedikit banyak membuat Google percaya diri untuk terus fokus menggarap pasar ponsel, sehingga tidak melulu mengandalkan pendapatan di mesin pencari.

Sebelumnya CEO Google Eric Schmidt juga pernah mengungkapkan bahwa perusahaan sangat berharap mesin pencarian di ponsel akan memberikan revenue paling banyak suatu saat nanti, meski waktu yang dibutuhkan cukup lama.

Software Android, yang ditawarkan secara gratis kepada vendor ponsel, telah mengalami pertumbuhan yang dramatis sejak kemunculan pertamanya ke pasar dua tahun lalu. Kuartal sebelumnya Android pun mengalami pertumbuhan 14 kali lipat dari kuartal yang sama tahun lalu.

Gara-gara Android pula, vendor kini berlomba-lomba menelurkan smartphone murah dan meningkatkan jumlah peredaran smartphone di pasar dunia.

"Kami memprediksi akan semakin banyak ponsel pintar yang terjual dalam beberapa waktu ke depan. Menurut kami, smartphone bukan lagi produk segmen atas. Operator kini mencari cara untuk bisa menawarkan smartphone ke pasar prabayar karena perangkat ini mampu menghasilkan revenue melalui trafik data yang besar," ujar analis dari Canalys, Peter Cunningham. (srn)


Sistem Operasi yang dikembangkan oleh Google, Android ternyata telah menarik banyak peminat. Dan sekarang Android mampu menembus posisi ke 2 pasar Smartphone, namun masih berada di bawah Nokia pada posisi 1.
Para pengguna yakin bahwa Android mampu memberikan kepuasan pada pengguna layaknya Google sebagai mesin pencari yang sering di akses oleh para penjelajah dunia maya dalam mencari berbagai informasi. Hal ini mempengaruhi jumlah peredaran Smartphone di pasar dunia yang semakin meningkat.

Rabu, 20 Oktober 2010

6 Tips Mengelola Gaji

Kiki Oktaviani - wolipop
img
Jakarta - Ada beberapa alasan mengapa Anda sulit menabung, diantaranya terlalu banyak utang atau keinginan yang tidak seimbangan dengan kebutuhan. Daripada mengeluh uang gaji yang diterima tak sebanding dengan pengeluaran, kini saatnya Anda mulai cermat dalam mengelola uang.

Berikut beberapa solusi agar Anda bisa menyimpan uang gaji, seperti yang dikutip dari hubpages.

1. Tuntaskan semua pembayaran kartu kredit dan utang lainnya. Dengan melunasi tagihan tersebut, dibulan-bulan berikutnya Anda tidak akan terbebani lagi dengan hutang.

2. Jangan membeli berdasarkan keinginan, namun berdasarkan kebutuhan. Saat kita berpikir kita membutuhkan sepatu, pikirkan dua kali, apakah sepatu lama benar-benar tidak bisa dipakai sampai harus membeli sepatu baru.

3. Berhenti memanjakan mata dan pikiran dengan apa yang kita lihat dan sentuh. Tidak harus mengenakan gaun satin yang mewah ke pesta jika kita telah memiliki gaun pesta lainnya yang masih layak untuk dipakai.

4. Jangan memiliki lebih dari dua kartu kredit di dalam dompet. Hal ini membuat
Anda tidak bisa mengontrol dalam penggunaanya. Gunakan kartu kredit secara
bijaksana agar Anda tidak terbebani saat membayarnya.

5. Investasikan gaji Anda dengan mengikuti asuransi, bermain reksa dana atau mendepositokan uang yang bisa ditarik sesuai persetujuan. Dengan cara ini sama saja seperti Anda menabung.

6. Sisihkan 10 sampai 30 persen gaji setelah menerima gaji, lalu simpan di bank yang berbeda. Usahakan jangan pernah memakai uang yang berada di bank berbeda tersebut. Agar tidak tergoda untuk melakukan penarikan uang, jangan membuat fasilitas kartu atm pada akun bank tersebut.

Namun Anda juga berhak untuk menghadiahi diri Anda setelah susah payah bekerja keras. Berbelanjalah dua atau tiga bulan sekali, namun tetaplah mengelola uang secara bijaksana.


Tidak jarang banyak orang yang mengeluh tentang masalah keuangan, salah satunya bagaimana cara mengelola gaji. Pada artikel ini, disarankan agar Anda harus membeli sesuatu sesuai kebutuhan bukan keinginan. Namun, ada baiknya Anda juga bisa menikmati gaji misalnya dengan membeli sesuatu sebagai hadiah bagi diri Anda.

Senin, 11 Oktober 2010

Bill Gates Sumbang Dana Pendidikan 20 Juta Dollar AS

Selasa, 12 Oktober 2010 | 09:42 WIB

BOSTON, KOMPAS.com - Yayasan milik Bill Gates dan istri tercinta, The Bill & Melinda Gates Foundation, berencana menghibahkan dana sebesar 20 juta dollar AS. Dana itu ditujukan untuk mendongkrak program promosi penggunaan teknologi sehingga bisa membantu kesiapan mahasiswa nantinya di dunia kerja di AS.

Berdasarkan pernyataan yang dirilis hari ini, yayasan yang berbasis di Seatlle itu akan membuka pengajuan proposal bantuan dana untuk aplikasi teknologi, baik dari pengajar maupun pengusaha, dengan nilai berkisar 250.000-750.000 dollar AS.

Program yang dinamakan Next Generation Learning Challenges, memiliki tujuan mengkombinasikan instruksi tatap muka dengan online dan mengembangkan keterampilan pelajar melalui games digital, video interaktif, dan media sosial. Pemenang dari ronde pertama dari pendanaan ini akan diumumkan pada 31 Maret 2011.

"Pendidikan di AS sudah dikenal sebagai sistem pendidikan terbaik di dunia. Namun, saat ini pendidikan kita semakin merosot di bawah standar," kata Bill Gates, pimpinan Microsoft Corp.


The Bill & Melinda Gates Foundation, telah berencana untuk mengeluarkan dana sebesar 20 juta dollar AS untuk meningkatkan penggunaan teknologi  terutama bagi mahasiswa agar siap dalam dunia kerja di AS.
Hal ini juga dipicu oleh pendidikan di AS yang telah merosot. Oleh karena itu, Program Next Generation Learning Challenges ini dibuat sebagai salah satu program sosial dari The Bill & Melinda Gates Foundation di bidang Pendidikan.

Senin, 04 Oktober 2010

Penyakit yang disebabkan Minuman Bersoda

By oxana on Sep 22, 2010 in Ilmu pengetahuan
 
Anda penyuka minuman bersoda? Mulai saat ini, berhati-hatilah. Anda harus tahu bahwa di balik sensasi rasanya yang menyegarkan, minuman bersoda menyimpan bahaya yang serius bagi tubuh.
Apa sajakah bahaya dari minuman bersoda tersebut?

Membahayakan Ginjal
Amerika Serikat melakukan penelitian mengenai bahaya tersebut terhadap 3256. Mereka rutin mengkonsumsi minuman bersoda minimal 2 kali sehari. Hasilnya, sebanyak 30% responden mengalami kerusakan ginjal dan penurunan fungsinya.
Menurut para ahli, hal ini terkait dengan kandungan minuman bersoda, yakni pemanis buatan, pewarna buatan, kafein, dan asam fosfat.

Meningkatkan Risiko Diabetes
Para penderita penyakit diabetes sangat dilarang untuk mengkonsumsi gula. Hal ini karena hormon insulin yang ada di dalam tubuhnya tidak cukup, bahkan tidak sanggup untuk mengubah zat gula tersebut menjadi gula otot (glikogen). Akibatnya, gula darah (glukosa) akan meningkat dan membahayakan.
Ingat, diabetes juga merupakan salah satu penyakit yang bisa memicu penyakit yang lain, misalnya stroke dan kerusakan jantung koroner. Jika Anda banyak mengkonsumsi minuman bersoda, selain berpotensi menyebabkan diabetes, stroke dan kerusakan jantung korone juga bisa terjadi. Perlu dicatat bahwa penyakit diabetes timbul tak hanya karena faktor keturunan. Orang yang asalnya normal pun bisa menderita penyakit diabetes.

Meningkatkan Risiko Obesitas
Minuman bersoda kaya akan kalori. Kalori yang masuk ke dalam tubuh bisa meningkatkan risiko obesitas. Tak hanya bagi orang yang sudah dewasa, anak-anak bisa menderita obesitas.
Di Amerika Serikat, tingkat obesitas pada anak-anak sangatlah tinggi. Salah satu penyebabnya adalah minuman bersoda. Anak-anak di Amerika Serikat mengkonsumsi minuman bersoda layaknya meminum air putih. Setelah makan, mereka pasti minum minuman bersoda. Hasilnya, mereka banyak yang menderita obesitas.
Ingat, obesitas merupakan salah satu pemicu dari munculnya penyakit-penyakit lain. Di antaranya diabetes, stroke, kerusakan jantung koroner, dan berbagai penyakit serius lainnya.

Meningkatkan Risiko Tulang Rapuh
Salah satu kandungan minuman bersoda adalah asam fosfat. Dalam suatu penelititan, asam fosfat ini bisa menyebabkan penyakit kerapuhan tulang. Hal ini karena asam fosfat bisa melarutkan kalsium yang ada di dalam tulang. Akibatnya, tulang menjadi rapuh dan keropos.
Universitas Harvard pernah membuat penelitian mengenai hal ini. Mereka mengamati seorang atlet remaja pengonsumsi minuman bersoda dan yang tidak mengkonsumsi minuman bersoda. Hasilnya, atlet remaja pengonsumsi minuman bersoda mengalami patah tulang 5 kali lebih banyak daripada atlet remaja yang tidak mengkonsumsi minuma bersoda.

Meningkatkan Risiko Kanker Pankreas
Dalam suatu penelitian di Amerika Serikat, kandungan minuman bersoda dipercaya sebagai salah satu pemicu timbulnya kanker pankreas. Dalam penelitian tersebut, 87% responden yang minimal mengkonsumsi minuman bersoda 2 kali sehari mengalami peningkatan risiko kanker pankreas.
Penelitian dilakukan terhadap 60524 responden (pengonsumsi minuman bersoda) selama 14 tahun. Hasilnya, sebanyak 87% mengalami risiko kanker pankreas yang terlihat melalui gejala-gejalanya.

Meningkatkan Kerusakan pada Gigi
Dalam suatu penelitian, 3200 orang responden mengalami kerusakan gigi akibat mengkonsumsi minuman bersoda. Hal ini tentu saja akibat kandungan zat gula yang ada di dalam minuman tersebut. Tak hanya itu, asam fosfat juga turut memperburuk kerusakan gigi dengan cara melarutkan kalsium gigi.

Meningkatkan Ketergantungan pada Kafein
Minuman bersoda mengandung kafein. Zat ini sejak dulu dikenal sebagai zat yang mampu membuat orang ketergantungan. Meskipun kafein mempunyai efek positif terhadap tubuh, efek negatif kafein ternyata lebih banyak. Misalnya, membuat jantung berdebar, insomnia, tekanan darah rendah, dan lain-lain.
 
Setelah menyimak bahaya-bahaya minuman bersoda tersebut, ada baiknya Anda segera mengganti menu minuman bersoda dengan minuman lain yang bermanfaat bagi kesehatan. Misalnya, susu sapi, susu kedelai, air putih, teh hijau, teh hitam, jus buah-buahan, atau yoghurt. Dengan begitu, Anda akan terhindar dari risiko penyakit-penyakit serius yang mengancam tubuh.


Ternyata, mengkonsumsi minuman soda hanya enak di lidah tapi memberikan efek yang sangat buruk bagi kesehatan tubuh kita apalagi di konsumsi setiap hari. Menurut penelitian, banyak resiko akibat mengkonsumsi minuman bersoda yaitu membahayakan ginjal, resiko diabetes, resiko tulang rapuh, resiko kanker pankreas, kerusakan pada gigi, resiko obesitas, kecanduan kaffein, dan mungkin masih banyak lagi efek samping yang belum diketahui.
Ada baiknya jika Anda mengurangi (kalau bisa tidak sama sekali) konsumsi minuman bersoda dan menggantinya dengan minuman yang lebih bermanfaat bagi kesehatan.

Minggu, 26 September 2010

Tombol Lift 40 Kali Lebih Kotor Dibanding Toilet Umum

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

img

Jakarta, Mulai sekarang, sebaiknya dibiasakan mencuci tangan setelah keluar dari lift. Penelitian membuktikan, jumlah bakteri di tombol lift ternyata 40 kali lebih banyak dibandingkan permukaan kloset duduk di toilet umum.

Penelitian tersebut dilakukan oleh ilmuwan dari Microban Europe, untuk University of Arizona. Lift di sejumlah restoran, hotel, bank, gedung perkantoran dan bandar udara di Amerika menjadi obyek penelitian tersebut.

Dalam setiap area seluas 1 centimeter persegi, peneliti mendapati 313 unit pembentuk koloni (UPK) bakteri. Jumlah ini 40 kali lipat lebih banyak dibanding kloset duduk di toilet umum yang hanya memiliki 8 UPK untuk setiap luas area yang sama.

Jenis bakteri yang ditemukan di tombol lift cukup bervariasi. Salah satunya adalah Escherichia coli, bakteri penyebab diare yang secara alami dapat ditemukan di dalam perut dan kotoran manusia.

"Di gedung perkantoran yang sangat sibuk, tiap jam tombol lift bisa disentuh oleh puluhan orang. Meski sering dibersihkan, bakteri bisa tumbuh di sana," ungkap Dr Nicholas Moon yang memimpin penelitian tersebut.

Temuan ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Dikutip dari Dailymail, Sabtu (25/9/2010), sejumlah penelitian terdahulu telah membuktikan bahwa toilet justru termasuk salah satu tempat terbersih karena sering dibersihkan.

Jumlah bakteri yang terdapat di meja kerja bahkan 400 kali lebih banyak dibandingkan di toilet. Sementara keyboard komputer juga tidak lebih bersih dari toilet, karena ditumbuhi bakteri 4 kali lebih banyak.

Namun Dr Moon membantah bahwa semua bakteri itu jahat dan selalu berbahaya untuk kesehatan. Yang terpenting menurutnya adalah, biasakan untuk selalu mencuci tangan sebelum memegang makanan.


Wah,ternyata sesuatu yang terlihat bersih di mata kita tidak selalu menjamin bahwa itu bebas dari bakteri, apalagi benda-benda yang sering dipakai oleh banyak orang khususnya sarana umum.
Dari penelitian, dikatakan bahwa pada tombol lift terdapat jumlah bakteri 40 kali lipat lebih banyak dari permukaan kloset duduk yang ada di tempat umum.
Ironisnya, Toilet dianggap sebagai salah satu tempat yang terbersih karena sering dibersihkan.
Sulit dipercaya bukan??
Oleh karena itu, disarankan untuk membiasakan diri mencuci tangan sebelum memegang makanan agar bebas dari bakteri yang berbahaya bagi kesehatan tubuh kita..

Sabtu, 18 September 2010

10 Cara Sehat Lahir dan Batin

Merry Wahyuningsih - detikHealth

img

Jakarta, Ada banyak cara untuk meraih kebahagiaan, termasuk sehat jasmani dan rohani. Tapi para ahli psikologi mengungkapkan ada beberapa cara sehat untuk meraih kebahagiaan lahir batin. Apa saja?

Semua orang pasti ingin sehat lahir batin sehingga dapat terbebas dari stres dan sakit. Perasaan emosional ini tidak hanya dipengaruhi oleh gen semata, tapi banyak hal lainnya yang bisa bikin bahagia.

Kebahagiaan adalah salah satu hal yang ingin dicapai oleh semua orang, tapi tanpa disadari banyak hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan suasana hati tersebut.

Psikolog Amerika telah menerbitkan sebuah laporan dalam jurnal The Psychological Science, yang mengungkapkan rahasia kebahagiaan dan mengelompokkannya dalam sepuluh faktor.

Selain itu, jurnal tersebut juga menunjukkan bahwa ada hal-hal kecil yang ternyata bisa menjadi kunci utama untuk merasakan kebahagiaan.

Hanya dengan kebahagiaan kecil ternyata dapat mengatasi berbagai macam penyakit dengan lebih cepat dan dapat memperpanjang waktu hidup bahkan hingga 7 tahun.

Dilansir dari GeniusBeauty, Sabtu (18/9/2010), berikut 10 faktor untuk meraih kebahagiaan yaitu :
  1. Berbagi kebahagiaan dengan orang lain
  2. Menganalisa memori-memori yang menyenangkan
  3. Pujilah diri Anda sendiri
  4. Fokuslah pada sensasi yang menyenangkan
  5. Selalu berpikir positif dan berpikir bahwa Anda bisa melakukan hal dengan lebih baik
  6. Lakukan aktivitas yang Anda sukai
  7. Berpura-puralah bahagia meski sebenarnya Anda sedang tidak dalam suasana bahagia
  8. Rayakan momen besar dalam hidup Anda
  9. Jauhkan pikiran suram, ketakutan dan keraguan
  10. Katakan 'terima kasih' sesering mungkin.

Dari Artikel di atas, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menjadi sehat lahir dan batin. Kita dapat memulainya semuanya dengan melakukan hal-hal kecil yang mungkin sering kita diabaikan . Namun,dari beberapa point di atas ada  point yang saya kurang setuju seperti point no.7 karena itu hanya membuat kebohongan terhadap diri sendiri dan orang lain. Lagipula, tidak semua orang dapat melakukan hal ini sebab efeknya hanya bersifat sementara dan akan menjadi sebuah kebiasaan yang buruk bagi diri sendiri.

Masih ada banyak hal-hal yang bisa kita lakukan seperti mencari hal-hal yang baru lewat aktifitas yang positif,dan selalu melakukan yang terbaik dalam hidup sehingga tidak ada penyesalan di kemudian hari.

Dengan memulai hal-hal kecil diatas, kita dapat menjadi sehat lahir dan batin.